Oleh : Joko Pinurbo
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (2007)
Bagi penggemar puisi, buku Antologi atau Kumpulan Puisi menjadi bentuk mudah untuk melahap karya seorang penyair dalam satu kemasan. Termasuk jika ingin mencoba membaca, mengenal termasuk meresapi gaya seorang penyair terkenal dalam satu buku yang sudah merangkum karya–karya terbaik/terpilih dari seorang penyair.
Salah satu buku kategori ini adalah Celana Pacar Kecilku di Bawah Kibaran Sarung. Buku ini merupakan rangkuman 3 kumpulan puisi Joko Pinurbo : Celana (1986-1998), Di Bawah Kibaran Sarung (1999-2000), dan Pacarkecilku (2001-2002).
Jika sebelumnya diterbitkan oleh Yayasan Indonesiatera, Magelang, maka dalam format 1 buku ini hadir melalui Gramedia Pustaka Utama. JokPin –begitu pria asal Pelabuhan Ratu itu kerap disebut- mengatakan terdapat perbedaan materi dalam sajak yang tertuang dalam bagian Celana dan Sarung.
Buku setebal 219 halaman ini, terbagi atas 3 bagian besar, sesuai tahun penerbitan buku kumpulan puisi. Secara gradual pula, pembaca bisa merasakan proses pertumbuhan sang penyair kelahiran Sukabumi 11 Mei 1962 ini dalam mengolah puisinya yang cendrung berbentuk prosa lirik.
Ia yang gandrung memakai kata ’kuburan’, ’celana’, ’andong’, namun mengolah kata-kata itu lebih dari sekadar benda harfiah. Kata tersebut tampil berulang kali menunjukkan keahliannya dalam mengeksplorasi kata dan bentuk. Selain itu, puisinya kadang tampil jenaka, penuh humor, lalu menukik –membuat pembaca terhenyak- pada bagian akhir.
Dalam karyanya, Jokpin bisa menangkap hal-hal kecil seperti dalam ”Tukang Cukur”, ”Di Salon Kecantikan” atau ”Tetangga”. Dalam aktivitas potong rambut (Tukang Cukur), JokPin menohok kesadaran betapa berkuasanya sang tukang cukur. Siapapun, meski ia raja atau diktator sekalipun takluk kepada sang tukang cukur rambutnya kan?!
Simak pula kalimatnya yang silahkan Anda tersenyum simpul ataupun kecut. Seperti ”Topeng Bayi untuk Zela” (halaman 114) atau ....”biasanya tetangga lebih cermat mengamati keadaan rumah kita. Siapa tahu ia juga bisa menyumbangkan gagasan cemerlang tentang cara batuk yang sopan supaya tidak mengganggu tetangga yang sedang tidur atau makan.” (Halaman 125).
Atau perhatiannya pada masalah sosial dalam ”Senandung Becak” dan ”Malam Pembredelan” yang membuat kita menerka inikah sentilan Jokpin untuk represi terhadap media.
Pembaca juga diajak terhanyut dalam lamunan romantisme. Misalkan ”Bulu Matamu : Padang Ilalang” :
Bulu matamu : padang ilalang
Di tengahnya : sebuah sendang.
Kata sebuah dongeng, dulu ada seorang musafir
Datang bertapa untuk membuktikan apakah benar
Wajah bulan bisa disentuh lewat dasar sendang.
Ia tak percaya, maka ia menyelam,
Tubuhnya tenggelam dan hilang di arus mahadalam.
Arwahnya menjelma menjadi pusaran air berwarna hitam.
Bulu matamu : padang ilalang.
Jokpin sendiri adalah salah satu nama beken dalam dunia puisi. penerima berbagai penghargaan : Sastra Khatulistiwa untuk antologi puisi Kekasihku yang diterbitkan pada 2004 (2005) dan Tokoh Sastra Pilihan Tempo 2001. Bersama buku ini, silahkan tenggelam menikmati puisi Jokpin.
Jumat, 02 Januari 2009
Kamis, 18 Desember 2008
Filsuf Jagoan 1 & 2
Oleh : Fred van Lente & Ryan Dunlavey
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) - (2007)
Pada dasarnya, Saya tertarik filsafat. Tapi entah mengapa saya berkali-kali membaca Filsuf Jagoan, tapi tetap tidak nyambung. Seolah otak saya terbatas untuk memahami filsafat. Meskipun Filsuf Jagoan, sebuah bentuk sederhana penyampaian filsafat. Dengan gaya ringan, melalui cerita bergambar karikatur.
Buku ini mengenai para filsuf terkemuka dan konsep yang dikemukakan oleh masing-masing tokoh.
Filsuf Jagoan berbentuk komik (atau sekarang disebut Novel Grafis?), menceritakan biografi filsuf, dari latar belakang kehidupan, bagaimana ia menelaah permasalahan dan memaparkan teorinya.
Kelebihannya, bagi awam filsafat –yang baru mau mengetahui- buku ini mudah dicerna (sederhana), tampil dalam gambar hitam putih, kocak dan kadang memancing tawa. Mudah dibaca, sembari ngemil dan bermalas-malasan. Dan sst.. jangan percaya tampang asli filsuf memang seburuk di komik. Contohnya, coba klik searching foto Soren Kierkegaard di Google. Filsuf terkemuka Denmark (1813-1855) wajah aslinya jauh lebih cakep ketimbang hasil karya Ryan Dunlavey..... :-))
Tapi memang Ryan Dunlavey dan Fred van Lente, masing-masing sebagai tukang gambar dan penulis komik berseri ini, bertujuan menjadikan Filsafat sebagai sesuatu yang menyenangkan. Tidak serius. Maka para filsuf tampil bak jagoan superhero komik layaknya Superman, Batman, dsb.
Hmm... meski berusaha lugas, yah seperti saya ungkapkan di awal tulisan, sebagai pembaca, saya tetap butuh berulang-kali membaca dan mencerna isi cerita. Mungkin sama halnya saya mempelajari rumus fisika, perlu mencerna kalimat per kalimat sebelumnya menggangguk ngerti. (Itupun sambil garuk-garuk kepala....).
Ohya, pada beberapa gambar tampil eksplisit, sehingga perlu sensor pula untuk usia pembaca atau butuh pemahaman luas, karena teori filsuf kadang menyentuh soal agama dan keyakinan.
Pada Filsuf Jagoan Jilid 1 memaparkan 9 tokoh : Plato, Bodhidharma, Nietzsche, Thomas Jefferson, Santo Agustinus, Ayn Rand, Sigmund Freud, Carl Jung, Joseph Campbell.
Jilid 2 menampilkan : Karl Marx, Machiavelli, Kabbalah, Descartes, Sartre, Derrida, Wittgenstein, St. Thomas Aquinas, Kierkegaard.
Saya membeli dua komik masing-masing pada akhir 2007 dan awal 2008. Nah, sudah hampir tutup tahun 2008, tapi rasanya saya belum melihat Filsuf Jagoan Jilid 3 beredar di toko buku. Padahal, pada lembar terakhir di Jilid 2 sudah dicantumkan Jilid 3 bakal ”Segera Terbit” dengan memuat filsuf antara lain : Socrates, Kant, Hegel, Lao Tzu, Rousseau, Hobbes, dan Francis Bacon. Masih perlu sabar menunggu......
Penerbit : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia) - (2007)
Pada dasarnya, Saya tertarik filsafat. Tapi entah mengapa saya berkali-kali membaca Filsuf Jagoan, tapi tetap tidak nyambung. Seolah otak saya terbatas untuk memahami filsafat. Meskipun Filsuf Jagoan, sebuah bentuk sederhana penyampaian filsafat. Dengan gaya ringan, melalui cerita bergambar karikatur. Buku ini mengenai para filsuf terkemuka dan konsep yang dikemukakan oleh masing-masing tokoh.
Filsuf Jagoan berbentuk komik (atau sekarang disebut Novel Grafis?), menceritakan biografi filsuf, dari latar belakang kehidupan, bagaimana ia menelaah permasalahan dan memaparkan teorinya.
Kelebihannya, bagi awam filsafat –yang baru mau mengetahui- buku ini mudah dicerna (sederhana), tampil dalam gambar hitam putih, kocak dan kadang memancing tawa. Mudah dibaca, sembari ngemil dan bermalas-malasan. Dan sst.. jangan percaya tampang asli filsuf memang seburuk di komik. Contohnya, coba klik searching foto Soren Kierkegaard di Google. Filsuf terkemuka Denmark (1813-1855) wajah aslinya jauh lebih cakep ketimbang hasil karya Ryan Dunlavey..... :-))
Tapi memang Ryan Dunlavey dan Fred van Lente, masing-masing sebagai tukang gambar dan penulis komik berseri ini, bertujuan menjadikan Filsafat sebagai sesuatu yang menyenangkan. Tidak serius. Maka para filsuf tampil bak jagoan superhero komik layaknya Superman, Batman, dsb.
Hmm... meski berusaha lugas, yah seperti saya ungkapkan di awal tulisan, sebagai pembaca, saya tetap butuh berulang-kali membaca dan mencerna isi cerita. Mungkin sama halnya saya mempelajari rumus fisika, perlu mencerna kalimat per kalimat sebelumnya menggangguk ngerti. (Itupun sambil garuk-garuk kepala....).
Ohya, pada beberapa gambar tampil eksplisit, sehingga perlu sensor pula untuk usia pembaca atau butuh pemahaman luas, karena teori filsuf kadang menyentuh soal agama dan keyakinan.
Pada Filsuf Jagoan Jilid 1 memaparkan 9 tokoh : Plato, Bodhidharma, Nietzsche, Thomas Jefferson, Santo Agustinus, Ayn Rand, Sigmund Freud, Carl Jung, Joseph Campbell.
Jilid 2 menampilkan : Karl Marx, Machiavelli, Kabbalah, Descartes, Sartre, Derrida, Wittgenstein, St. Thomas Aquinas, Kierkegaard.

Saya membeli dua komik masing-masing pada akhir 2007 dan awal 2008. Nah, sudah hampir tutup tahun 2008, tapi rasanya saya belum melihat Filsuf Jagoan Jilid 3 beredar di toko buku. Padahal, pada lembar terakhir di Jilid 2 sudah dicantumkan Jilid 3 bakal ”Segera Terbit” dengan memuat filsuf antara lain : Socrates, Kant, Hegel, Lao Tzu, Rousseau, Hobbes, dan Francis Bacon. Masih perlu sabar menunggu......
Selasa, 09 Desember 2008
The Kite Runner
Pemain : Khalid Abdalla, Atossa Leoni, Shaun Toub
Sutradara : Marc Forster (2007)
Ada persahabatan kanak-kanak. Persahabatan tanpa mengenal strata ekonomi. Namun, semua berakhir setelah satu kejadian usai festival layang-layang. Semua terjadi di satu sudut kota di Kabul, Afghanistan.
Lalu sebuah cerita berlanjut. Invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979, membuat Amir dan ayahnya yang anti komunis melarikan diri ke Pakistan. Menuju tanah kebebasan : Amerika Serikat. Di sana, ayahnya bekerja sebagai petugas pompa bensin, Amir belajar hingga lulus college dan merealisasikan cita-cita menjadi Penulis.
Amir tumbuh dewasa di negeri Paman Sam. Menikah dengan Soraya, putri jenderal (pelarian dari Afghanistan pula), hidup bahagia. Ia sudah melupakan masa kecilnya di Kabul. Tepatnya di bagian pertemanan masa kecilnya bersama Hassan, anak pembantu di rumahnya.
Ia sudah pula mempublikasikan novel karyanya. Ketika tiba-tiba pada 2000-an, sebuah telepon mengingatkannya kembali akan cerita persahabatannya dengan Hassan.
Telepon berasal dari , teman sang ayah, membuat Amir mengetahui bahwa Hassan sudah meninggal. Namun, minta menyelamatkan putra Hassan dari panti asuhan di Afghanistan, untuk memberikan hidup lebih baik. Amir juga baru tahu apa relasi antara dia dan Hassan yang selama ini tidak ia ketahui.
Karakter utama, Amir, juga bukan tokoh heroik dan super. Boleh jadi kita sempat ill-feel dengan Amir yang pengecut, tak setia kawan, tidak mau menolong Hassan yang mengalami penganiayaan dari gerombolan anak laki-laki yang usianya lebih tua.
Kita cap Amir si pencari aman, lebih baik menghindar ketimbang mengatasi keadaan. Dan memang sepertinya begitu karakternya, hingga akhirnya ia terbukti punya sikap : menolong Sohrab (putra Hassan), membungkam omongan mertuanya yang merasa tidak pantas Amir mempertaruhkan nyawa demi turunan Hazzara.
Hazzara adalah kaum minoritas di Afghanistan, berasal dari daerah antara perbatasan Afghan, Rusia, dan Cina, dimana secara fisik mereka lebih terlihat seperti Cina Utara.
Film yang diangkat dari buku karya Khaled Hosseini, bukanlah bergaya cepat atau action. Mutlak drama dilatari konflik perang. Jalan cerita lambat, namun touchy dan menggali humanisme. Menyindir manusia dengan berbagai sifatnya. Pada beberapa frame gambar, sosok Taliban ditampilkan, silahkan kita beropini meski berkoar-koar mengatasnamakan agama, mereka juga ’manusia sakit’ : ada yang pedofilia, menghujat manusia lain sebagai pendosa dengan tindakan ekstrim, dan anarkis.
Jenderal, mertua Amir, yang meskipun sesama ’kaum terbuang’, namun masih merasa punya strata lebih tinggi. Misalkan saat Amir mendekati sang putri, bagi sang mertua ia cuma ’penulis’. Bukan ’dokter’, sebuah profesi yang terdengar lebih bergengsi. Termasuk pula masih berpikir bahwa kaum Hazzara lebih hina. Adapula yang mengundang senyum, pada adegan kebencian ayah Amir terhadap komunis (Uni Soviet), membuat ayahnya langsung cabut dari ruang periksa, setelah ia tahu dokter yang memeriksanya imigran dari Rusia.
Film ini cukup rekomend- untuk ditonton. Sayapun jadi penasaran ingin membaca bukunya (sorry, saya pribadi kenapa yah? suka malas membaca buku yang sudah ada filmnya. Maksudnya, jika mendengar buku tsbt bakal difilmkan, ya sudah, saya tunggu saja filmnya).
(Gambar dikutip dari : www.entertainmentwallpaper.com)
Sutradara : Marc Forster (2007)

Ada persahabatan kanak-kanak. Persahabatan tanpa mengenal strata ekonomi. Namun, semua berakhir setelah satu kejadian usai festival layang-layang. Semua terjadi di satu sudut kota di Kabul, Afghanistan.
Lalu sebuah cerita berlanjut. Invasi Uni Soviet ke Afghanistan pada tahun 1979, membuat Amir dan ayahnya yang anti komunis melarikan diri ke Pakistan. Menuju tanah kebebasan : Amerika Serikat. Di sana, ayahnya bekerja sebagai petugas pompa bensin, Amir belajar hingga lulus college dan merealisasikan cita-cita menjadi Penulis.
Amir tumbuh dewasa di negeri Paman Sam. Menikah dengan Soraya, putri jenderal (pelarian dari Afghanistan pula), hidup bahagia. Ia sudah melupakan masa kecilnya di Kabul. Tepatnya di bagian pertemanan masa kecilnya bersama Hassan, anak pembantu di rumahnya.
Ia sudah pula mempublikasikan novel karyanya. Ketika tiba-tiba pada 2000-an, sebuah telepon mengingatkannya kembali akan cerita persahabatannya dengan Hassan.
Telepon berasal dari , teman sang ayah, membuat Amir mengetahui bahwa Hassan sudah meninggal. Namun, minta menyelamatkan putra Hassan dari panti asuhan di Afghanistan, untuk memberikan hidup lebih baik. Amir juga baru tahu apa relasi antara dia dan Hassan yang selama ini tidak ia ketahui.
Karakter utama, Amir, juga bukan tokoh heroik dan super. Boleh jadi kita sempat ill-feel dengan Amir yang pengecut, tak setia kawan, tidak mau menolong Hassan yang mengalami penganiayaan dari gerombolan anak laki-laki yang usianya lebih tua.
Kita cap Amir si pencari aman, lebih baik menghindar ketimbang mengatasi keadaan. Dan memang sepertinya begitu karakternya, hingga akhirnya ia terbukti punya sikap : menolong Sohrab (putra Hassan), membungkam omongan mertuanya yang merasa tidak pantas Amir mempertaruhkan nyawa demi turunan Hazzara.
Hazzara adalah kaum minoritas di Afghanistan, berasal dari daerah antara perbatasan Afghan, Rusia, dan Cina, dimana secara fisik mereka lebih terlihat seperti Cina Utara.
Film yang diangkat dari buku karya Khaled Hosseini, bukanlah bergaya cepat atau action. Mutlak drama dilatari konflik perang. Jalan cerita lambat, namun touchy dan menggali humanisme. Menyindir manusia dengan berbagai sifatnya. Pada beberapa frame gambar, sosok Taliban ditampilkan, silahkan kita beropini meski berkoar-koar mengatasnamakan agama, mereka juga ’manusia sakit’ : ada yang pedofilia, menghujat manusia lain sebagai pendosa dengan tindakan ekstrim, dan anarkis.
Jenderal, mertua Amir, yang meskipun sesama ’kaum terbuang’, namun masih merasa punya strata lebih tinggi. Misalkan saat Amir mendekati sang putri, bagi sang mertua ia cuma ’penulis’. Bukan ’dokter’, sebuah profesi yang terdengar lebih bergengsi. Termasuk pula masih berpikir bahwa kaum Hazzara lebih hina. Adapula yang mengundang senyum, pada adegan kebencian ayah Amir terhadap komunis (Uni Soviet), membuat ayahnya langsung cabut dari ruang periksa, setelah ia tahu dokter yang memeriksanya imigran dari Rusia.
Film ini cukup rekomend- untuk ditonton. Sayapun jadi penasaran ingin membaca bukunya (sorry, saya pribadi kenapa yah? suka malas membaca buku yang sudah ada filmnya. Maksudnya, jika mendengar buku tsbt bakal difilmkan, ya sudah, saya tunggu saja filmnya).
(Gambar dikutip dari : www.entertainmentwallpaper.com)
Sabtu, 06 Desember 2008
Madagascar 2 (Escape 2 Africa)
Hooray! Akhirnya Madagascar 2 meluncur di bioskop. Namun, setelah menanti sekian tahun jeda setelah Madagascar (yang pertama), rasanya usai menyaksikan sekuel-nya bakal meluncur komentar, “Tidak selucu yang pertama.” :(
Sebagai kilas balik, Madagascar menceritakan empat sekawan penghuni kebun binatang New York : Alex (singa), Marty (zebra), Melman (jerapah), Gloria (kuda nil). Berbeda dengan Alex yang sangat menikmati kehidupannya sebagai bintang/ikon kebun binatang, Marty merasa jenuh dan ingin kembali ke Afrika, menjadi hewan dengan kehidupan binatang yang sebenarnya di habitatnya.
Karena kabur dan menimbulkan kehebohan di stasiun KA bawah tanah, mereka bersama simpanse dan pinguin dimasukkan ke dalam kapal laut. Dikapalkan ke Afrika. Namun, di perjalanan, para pinguin melakukan kudeta terhadap kelasi kapal dan membuat kapal terdampar ke Pulau Madagaskar (Madagascar).
Dimulailah petualangan kuartet New York di Magadaskar. Menyelamatkan sigung dari para hyena jahat. Lalu pada akhir film, mereka meninggalkan pulau dengan kapal laut, bersama para pinguin dan simpanse. Alex pun sudah belajar menyukai citarasa daging ikan (sushi). Ini keluar dari mainstream singa yang carnivora, harus makan daging kaki empat, dan itu berarti Alex tidak bakal memangsa Marty si sahabat.
Pada akhir film, mereka berangkat bersama kapal laut menuju Afrika. Namun, di sekuel kedua ini, mereka pergi menggunakan pesawat terbang rongsok peninggalan Di tengah perjalanan, pesawat kehabisan bensin. Sekali lagi mereka mengalami kecelakaan transportasi. Ternyata mereka mendarat di... Afrika. Tepatnya, di taman nasional Afrika tempat para binatang dibiarkan bebas, berkehidupan dan sesekali turis (manusia) datang untuk motret-motret. Kuartet pun pulang kampung!
Madagascar-2, diawali dengan kilas balik bagaimana Alex kecil bisa sampai di kebun binatang New York. Alex kecil sedang dilatih bersama ayahnya untuk belajar galak, menjadi singa sebenarnya. Alih-alih belajar bertarung, Alex kecil sudah menunjukkan bakatnya menari dan menghibur.
Alex kecil dipancing para pemburu, dimasukkan ke dalam peti kayu, dibawa pergi dalam truk. Ayahnya pun berupaya menyelamatkan Alex. Apesnya, peti kayu jatuh ke sungai dan terbawa ke laut lepas, lalu terdampar di Amerika Serikat. Bagian cerita ini mengingatkan kita pada film The Wild.
Setelah terdampar, Alex bertemu kembali dengan ayahnya. Namun, pulang bukan berarti tak ada masalah. Alex harus bertarung bersama saudara ayahnya untuk bersaing memperebutkan kedudukan raja di komunitas taman nasional itu. (Ingat cerita Lion King : Scar vs Simba).
Kenapa jalan ceritanya terasa tidak orisinil? Melman yang ternyata lama menyimpan cinta terhadap Gloria; upacara persembahan memanggil air. Semua mengingatkan pada film The Wild. (Tapi toh sebagai pembenaran :Jadi inget prinsip bahwa tak harus yang pertama/orisinil, tapi bagaimana mengolah ide sehingga hadir lebih kreatif).
Nenek maniak yang bertemu di stasiun sentral (Madagascar), kembali dihadirkan di Madagascar 2. Porsinya pun ditambah sebagai turis di taman nasional, sekaligus enemy dari Alex. Namun, kok jadi sickening?
Dalam sekuel ini, persinggungan dengan manusia dikisahkan melalui para turis korban pinguin. Empat sekawan pinguin mafioso membajak dan melarikan mobil wisata mereka. Lalu, para turis yang tersesat hidup ala manusia hutan, termasuk membendung sungai sumber air para satwa. Ingin menyentil manusia yang merusak keseimbangan ekosistem? Hmm...sayang hanya jadi sempalan cerita.
Yap. Tapi memang nonton film ini sebagai hiburan semata. Pereda ketegangan otot mulut dan otak. Pelepas rasa penasaran apa yang terjadi dengan Alex, Marty, Gloria dan Melman. Tidak lebih.
(Gambar dikutip dari : )
Sebagai kilas balik, Madagascar menceritakan empat sekawan penghuni kebun binatang New York : Alex (singa), Marty (zebra), Melman (jerapah), Gloria (kuda nil). Berbeda dengan Alex yang sangat menikmati kehidupannya sebagai bintang/ikon kebun binatang, Marty merasa jenuh dan ingin kembali ke Afrika, menjadi hewan dengan kehidupan binatang yang sebenarnya di habitatnya.
Karena kabur dan menimbulkan kehebohan di stasiun KA bawah tanah, mereka bersama simpanse dan pinguin dimasukkan ke dalam kapal laut. Dikapalkan ke Afrika. Namun, di perjalanan, para pinguin melakukan kudeta terhadap kelasi kapal dan membuat kapal terdampar ke Pulau Madagaskar (Madagascar).
Dimulailah petualangan kuartet New York di Magadaskar. Menyelamatkan sigung dari para hyena jahat. Lalu pada akhir film, mereka meninggalkan pulau dengan kapal laut, bersama para pinguin dan simpanse. Alex pun sudah belajar menyukai citarasa daging ikan (sushi). Ini keluar dari mainstream singa yang carnivora, harus makan daging kaki empat, dan itu berarti Alex tidak bakal memangsa Marty si sahabat.
Pada akhir film, mereka berangkat bersama kapal laut menuju Afrika. Namun, di sekuel kedua ini, mereka pergi menggunakan pesawat terbang rongsok peninggalan Di tengah perjalanan, pesawat kehabisan bensin. Sekali lagi mereka mengalami kecelakaan transportasi. Ternyata mereka mendarat di... Afrika. Tepatnya, di taman nasional Afrika tempat para binatang dibiarkan bebas, berkehidupan dan sesekali turis (manusia) datang untuk motret-motret. Kuartet pun pulang kampung!
Madagascar-2, diawali dengan kilas balik bagaimana Alex kecil bisa sampai di kebun binatang New York. Alex kecil sedang dilatih bersama ayahnya untuk belajar galak, menjadi singa sebenarnya. Alih-alih belajar bertarung, Alex kecil sudah menunjukkan bakatnya menari dan menghibur.

Alex kecil dipancing para pemburu, dimasukkan ke dalam peti kayu, dibawa pergi dalam truk. Ayahnya pun berupaya menyelamatkan Alex. Apesnya, peti kayu jatuh ke sungai dan terbawa ke laut lepas, lalu terdampar di Amerika Serikat. Bagian cerita ini mengingatkan kita pada film The Wild.
Setelah terdampar, Alex bertemu kembali dengan ayahnya. Namun, pulang bukan berarti tak ada masalah. Alex harus bertarung bersama saudara ayahnya untuk bersaing memperebutkan kedudukan raja di komunitas taman nasional itu. (Ingat cerita Lion King : Scar vs Simba).
Kenapa jalan ceritanya terasa tidak orisinil? Melman yang ternyata lama menyimpan cinta terhadap Gloria; upacara persembahan memanggil air. Semua mengingatkan pada film The Wild. (Tapi toh sebagai pembenaran :Jadi inget prinsip bahwa tak harus yang pertama/orisinil, tapi bagaimana mengolah ide sehingga hadir lebih kreatif).
Nenek maniak yang bertemu di stasiun sentral (Madagascar), kembali dihadirkan di Madagascar 2. Porsinya pun ditambah sebagai turis di taman nasional, sekaligus enemy dari Alex. Namun, kok jadi sickening?
Dalam sekuel ini, persinggungan dengan manusia dikisahkan melalui para turis korban pinguin. Empat sekawan pinguin mafioso membajak dan melarikan mobil wisata mereka. Lalu, para turis yang tersesat hidup ala manusia hutan, termasuk membendung sungai sumber air para satwa. Ingin menyentil manusia yang merusak keseimbangan ekosistem? Hmm...sayang hanya jadi sempalan cerita.
Yap. Tapi memang nonton film ini sebagai hiburan semata. Pereda ketegangan otot mulut dan otak. Pelepas rasa penasaran apa yang terjadi dengan Alex, Marty, Gloria dan Melman. Tidak lebih.
(Gambar dikutip dari : )
Minggu, 30 November 2008
When God Winks - Menangkap Isyarat Tuhan dari Peristiwa-Peristiwa Kebetulan

Oleh : Squire Rushnell
Jumlah Halaman : xx + 155 halaman
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama (2006)
Pada awal tulisan, Penulis menceritakan pengalaman pribadinya tentang isyarat dari Tuhan. Sejak duduk di sekolah menengah pertama, Rushnell berbicara pada gagang sapu, membaca koran keras-keras, bergaya bak penyiar radio menirukan disc jockey favoritnya, Dean Harris.
Lalu pada usia 15 tahun, ia mencari tumpangan ke Watertown, yang letaknya 10 mil ke utara, untuk wawancara kerja sebagai penyiar di WCNY-TV. Ia memperoleh tumpangan dari pria botak ber-Volkswagen hijau. Baru diketahui ketika ia sudah sampai di tujuan bahwa pria pemberi tumpangan adalah sang idola, Dean Harris!
Bagi Rushnell muda, kisah itu bukan sekadar kebetulan saja. Tapi memang bagian dari urutan peristiwa yang menuntun untuk suatu kekuatan besar menuju tujuan hidup.
”Kebetulan” didefinisikan sebagai suatu urutan peristiwa yang meskipun terjadi tanpa disengaja, tetapi sepertinya sudah direncanakan atau diatur. Sementara ”mengedipkan sebelah mata” (winks) adalah memberi tanda, isyarat atau mengungkapkan suatu pesan.
Rushnell mempercayai bahwa dalam hidup ini setiap orang mengalami saat Tuhan mengedipkan sebelah mata kepada umatnya. Ia memberi suatu isyarat atau pesan pribadi, dalam bentuk kebetulan. Meskipun tidak selalu, namun sebaiknya orang memperhatikan setiap langkahnya.
Bagi pembaca-pembaca buku motivasi, pendapat ini mengingatkan pada buku seperti ”The Secret”. Intinya : lakukanlah segala sesuatu yang bisa Anda lakukan untuk mempersiapkan diri menghadapi jawaban Sang Pencipta atas harapan dan doa Anda. Do the best, God will do the rest.
Buku ini terbagi atas tiga bagian. Bagian pertama, adalah membuka mata untuk melihat isyarat. Di bagian kedua adalah menggunakan isyarat Tuhan untuk memperkaya hidup, dan di bagian ketiga membahas kebetulan di segala bidang kehidupan. Di bagian terakhir ini, menjadi petunjuk praktis bagi pembaca untuk isyarat dalam bentuk kebetulan. Entah itu dalam hubungan percintaan, keluarga, sejarah, seni, olahraga, serta karier dan perusahaan. Atau untuk menyadari bentuk kebetulan yang menyelamatkan jiwa, kebetulan di akhir hayat, dan kebetulan-kebetulan kecil.
Dalam buku ini dikutip pengalaman pribadi orang tentang ’kebetulan’ seperti dialami oleh Oprah, Bill Clinton, atau keluarga Kennedy. Namun, bermacam contoh di setiap bagian buku, justru menjebak penulisan jadi terasa membosankan.
Akan tetapi, buku ini bisa menjadi salah satu buku motivasi diri alternatif. Pada berbagai bagian kita memperoleh kutipan kalimat menarik untuk diingat. Ohya, saya pribadi ada yang mengena di hati : ..... mungkin kekuatan itu tidak menuntun kita pada jalan yang telah kita pilih sendiri atau secepat yang kita inginkan, tetapi bagaimanapun, kekuatan itu menuntun kita. Ketika kita membawa diri sejauh kita bisa dan merasa bahwa kita tidak bisa pergi lebih jauh lagi, saat itulah kita harus bersiaga mencari isyarat Tuhan. Isyarat itu akan muncul. (Halaman 17).
Squire Rushnell sendiri adalah pembicara tentang masalah motivasi/inspirasi populer, mantan Presiden dan CEO di sebuah stasiun televisi kabel, dan eksekutif ABC Television Network selama 20 tahun.
Detektif Conan No. 52
Oleh : Aoyama Gosho
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo (2008)
November ini, Detektif Conan sudah mencapai seri ke-52. Kali ini Conan berkolaborasi bersama Detektif Cilik, Ai Haibara dan Profesor Agasa memecahkan rencana bunuh diri yang dari seorang pemuda yang ditemui saat menunggu pemutaran preview film Star Blade.
Dalam kasus lain bersama Detektif Cilik membongkar kasus pembunuhan seorang penulis. Lalu, mencari pembunuh yang menyusup di tengah resepsi pernikahan. Cerita utama saat Conan, Ran dan sahabat Ran, Sonoko, hunting pohon maple. Dua perempuan itu berencana menggantungkan saputangan merah di pohon maple, mengikuti cerita yang terdapat di dalam serial drama televisi”Maple Musim Dingin”.
Di luar dugaan, gunung yang disebut-sebut sebagai lokasi syuting, dipenuhi saputangan merah akibat kepopuleran serial tersebut. Dan, mereka menemukan staf AD drama tersebut sudah menjadi mayat! Jelas insting detektif Conan bekerja untuk mencari dan menemukan pembunuh Hozumi. Dalam kasus ini Makoto Kyogoku, jagoan karate yang cool pacar Sonoko, muncul lho....
Hingga seri ini, Conan Edogawa a.k. Shinichi Kudo belum berhasil menemukan Organisasi Hitam yang mengubahnya menjadi anak kecil, untuk mengembalikan wujudnya ke anak Sekolah Menengah Atas. Namun, sepertinya pelacakan jejak penjahat terorganisir sudah mentok (untuk sementara) hingga di seri 50-an di kisah reporter televisi Reina Mitsuhasi (?...CMIIW) ternyata kaki tangan organisasi.
Meski belum menemukan titik terang, dalam keseharian selalu ada saja kasus yang perlu dipecahkan Conan.
Ini komik manga satu-satunya yang masih kutunggu penerbitannya. Setiap seri menyajikan beberapa kasus berbeda ditemui Conan Edogawa dalam upayanya melacak Organisasi Hitam, sambil numpang tinggal bersama Detektif Kogoro Mouri (ayah Ran).
Kapan kelarnya yaa....? Yang pasti cuma sang pengarang –Aoyama Gosho- yang tahu! Harga jual komik yang hak penerbitannya di Indonesia dipegang oleh PT. Elex Media Komputindo ini pun sudah bergerak, jika dulu di bawah Rp 10 ribu, sekarang perlu merogoh kocek sekitar Rp 14 ribu per komik. Sebuah pergerakan mahal bagi rasa penasaran :p
Ohya, di seri ke-52 ataupun pada komik manga umumnya, terjadi ketidak sesuaian gambar dengan kata-kata. Ini terjadi karena komik ini diterjemahkan dari Jepang yang gaya membacanya dari kanan ke kiri, menjadi kiri ke kanan.
Penerbit : PT. Elex Media Komputindo (2008)

November ini, Detektif Conan sudah mencapai seri ke-52. Kali ini Conan berkolaborasi bersama Detektif Cilik, Ai Haibara dan Profesor Agasa memecahkan rencana bunuh diri yang dari seorang pemuda yang ditemui saat menunggu pemutaran preview film Star Blade.
Dalam kasus lain bersama Detektif Cilik membongkar kasus pembunuhan seorang penulis. Lalu, mencari pembunuh yang menyusup di tengah resepsi pernikahan. Cerita utama saat Conan, Ran dan sahabat Ran, Sonoko, hunting pohon maple. Dua perempuan itu berencana menggantungkan saputangan merah di pohon maple, mengikuti cerita yang terdapat di dalam serial drama televisi”Maple Musim Dingin”.
Di luar dugaan, gunung yang disebut-sebut sebagai lokasi syuting, dipenuhi saputangan merah akibat kepopuleran serial tersebut. Dan, mereka menemukan staf AD drama tersebut sudah menjadi mayat! Jelas insting detektif Conan bekerja untuk mencari dan menemukan pembunuh Hozumi. Dalam kasus ini Makoto Kyogoku, jagoan karate yang cool pacar Sonoko, muncul lho....
Hingga seri ini, Conan Edogawa a.k. Shinichi Kudo belum berhasil menemukan Organisasi Hitam yang mengubahnya menjadi anak kecil, untuk mengembalikan wujudnya ke anak Sekolah Menengah Atas. Namun, sepertinya pelacakan jejak penjahat terorganisir sudah mentok (untuk sementara) hingga di seri 50-an di kisah reporter televisi Reina Mitsuhasi (?...CMIIW) ternyata kaki tangan organisasi.
Meski belum menemukan titik terang, dalam keseharian selalu ada saja kasus yang perlu dipecahkan Conan.
Ini komik manga satu-satunya yang masih kutunggu penerbitannya. Setiap seri menyajikan beberapa kasus berbeda ditemui Conan Edogawa dalam upayanya melacak Organisasi Hitam, sambil numpang tinggal bersama Detektif Kogoro Mouri (ayah Ran).
Kapan kelarnya yaa....? Yang pasti cuma sang pengarang –Aoyama Gosho- yang tahu! Harga jual komik yang hak penerbitannya di Indonesia dipegang oleh PT. Elex Media Komputindo ini pun sudah bergerak, jika dulu di bawah Rp 10 ribu, sekarang perlu merogoh kocek sekitar Rp 14 ribu per komik. Sebuah pergerakan mahal bagi rasa penasaran :p
Ohya, di seri ke-52 ataupun pada komik manga umumnya, terjadi ketidak sesuaian gambar dengan kata-kata. Ini terjadi karena komik ini diterjemahkan dari Jepang yang gaya membacanya dari kanan ke kiri, menjadi kiri ke kanan.
Label:
Buku; fiksi,
komik
Rabu, 19 November 2008
Nice Girls Don’t Get Rich

75 Kesalahan Perempuan dalam Mengelola Uang
Oleh : Lois P. Frankel, Ph.D
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Dalam suatu kesempatan diskusi, teman lelaki menanyakan alasan mengapa perempuan musti melakukan perencanaan keuangan. Alasan ini bakal memperkaya bahan penulisan advertorial sebuah bank swasta tentang ’wanita dan finansial’.
Saya bilang karena perempuan memiliki angka harapan hidup alias umur lebih panjang ketimbang laki-laki. Sementara usia pensiun –baik pekerja laki-laki dan perempuan- hampir sama. Katakanlah pada usia 55 tahun. Padahal, wanita terkadang punya masa jeda atau berhenti bekerja akibat melahirkan dan mengurus keluarga.
Atau kecendrungan wanita tidak berani meminta gaji lebih tinggi ketimbang pria.
Beberapa alasan tersebut membuat praktek menabung harus dilakukan. Di sisi lain kita sadari bahwa kebutuhan wanita juga banyak. Nah, ini yang disebutkan teman saya karena perempuan itu cenderung boros. Wanita adalah tukang belanja.
Ada banyak alasan lain mengapa perempuan harus memiliki perencanaan keuangan. Menurut Lois P. Frankel, masyarakat pun berperan dalam menciptakan karakter perempuan yang terpaku pada pola lama, tidak mandiri, dan memposisikan jika wanita mengendalikan uang maka dia bukan ’gadis manis’. Uang adalah kekuatan, dan perempuan bukan diposisikan untuk ’menjadi kuat’.
Para gadis umumnya diajarkan untuk menjadi penjaga, pengasuh atau pelindung dalam masyarakat. Dan bukan menjadi pencari nafkah. Sebagai pengasuh, perempuan sering kali bekerja secara terputus, selain lebih menggunakan penghasilan mereka untuk kepentingan anak-anak dan rumah tangga.
Perempuan juga sungkan untuk meminta upah yang sepadan dengan nilai tambah. Karena sudah terpatri bahwa wanita bukan pencari nafkah (utama) maka perubahan zaman yang membuat wanita semakin banyak terjun ke dunia kerja, namun ternyata perempuan berusia antara 45-54 tahun memiliki simpanan uang 28% lebih sedikit daripada laki-laki sebaya.
Dalam buku ini, Frankel mencatat poin-poin kesalahan perempuan dalam menilai uang. Misalkan Kesalahan # 20 : Membelanjakan Uang untuk Melipur Lara. Hmmm... sound familiar?? Ini mungkin terkait pula dengan Kesalahan # 26 : Tidak Membedakan Keinginan dan Kebutuhan. Atau akibat rasa takut, kaum hawa juga sering terjebak dalam Kesalahan # 45 : Menabung, Bukan Berinvestasi.
Akibat rasa sungkan atau ingin menjadi ’gadis manis’ maka terjadi Kesalahan # 59 : Tidak Meminta Bayaran untuk Jasa yang Anda berikan.
Frankel mencatat sebanyak 75 kesalahan kaum perempuan dalam mengelola keuangannya. Dikemukakan dalam poin-poin yang terbagi dalam 7 bab. Mulai dari pentingnya perempuan memulai ’permainan uang’ yang dia miliki; bertanggung jawab atas kehidupan finansial pribadi; mempelajari prinsip uang; memaksimalkan potensi finansial di tempat kerja yang memang menjadi hak Anda sebagai karyawan; serta menabung dan berinvestasi untuk masa depan.
Anda tidak perlu membaca satu per satu, karena pertama-tama kita menjawab pertanyaan dalam kuis Penilaian Diri di Bab 1. Dari 42 pertanyaan yang dijawab antara Benar atau Salah, akan dihasilkan suatu Interpretasi ’kekuatan’ dan ’kelemahan’ diri dalam hal finansial pribadi.
Lalu, kita dapat langsung membaca bab-bab yang menunjukkan skor terendah, supaya kita tahu lebih lanjut tentang bagaimana dapat memusatkan perhatian pada area yang butuh pengembangan tersebut.
Buku ini menjadi menarik karena dipaparkan bentuk tips singkat, lengkap bersama kiat bimbingannya. Adapula bagian Lembar Kerja Kekayaan Bersih yang dapat membantu kita mencatat Aset maupun Liabilitas (utang) kita untuk kemudian kita ketahui berapa sebenarnya Kekayaan Bersih milik kita.
Selain itu, Frankel memberikan pula besaran (dalam persentase) anggaran pengeluaran bulanan. Misalkan tabungan/investasi sebesar 10% anggaran, kebutuhan rumah tangga antara 8-15%, makanan 10-20%, dsb.
Namun, karena buku ini merupakan terjemahan, maka ada beberapa hal yang rasanya kurang sesuai bagi pembaca Indonesia untuk diterapkan. Misalkan, contoh nominal uang dalam bentuk dollar AS, atau situs/alamat website asing sebagai rujukan.
Akan tetapi, buku setebal lebih kurang 275 halaman dari Frankel yang juga menulis Nice Girls Don’t Get the Corner Office ini, ada beberapa saran yang bisa diterapkan oleh setiap perempuan (bahkan untuk setiap orang) dalam mengelola keuangan :
1. Jangan meletakkan semua telur dalam satu keranjang
2. Luangkan waktu untuk membaca artikel-artikel perencanaan keuangan, investasi, dan finansial (keuangan) di surat kabar, majalah, internet maupun buku.
3. Siapkan pendanaan untuk rencana pensiun Anda. Asumsi : miliki tabungan hari pensiun yang besarnya 25 x penghasilan tahunan Anda saat ini untuk dapat hidup nyaman di masa pensiun.
4. Jaga aset terpenting Anda : Diri Anda. (Halaman 85) Lakukan check-up kesehatan, jadi anggota pusat kebugaran, rencanakan liburan berikutnya untuk mengunjungi sebuah spa, atau miliki suatu hobi.
Buku ini cukup bernas, memberi kita (perempuan), khususnya yang dalam usia produktis, suatu pandangan untuk lebih menghargai penghasilan dan lebih bijaksana dalam mengelola keuangan pribadi.
Langganan:
Postingan (Atom)