Jumat, 01 Agustus 2008

Street Kings




Produksi : 2008
Pemain : Keanu Reeves, Forest Whitaker, Hugh Laurie
109 menit


Setelah beberapa lama tidak nonton di bioskop, akhirnya beberapa waktu lalu saya menonton “Street Kings”. Film yang cukup bagus ketika di waktu bersamaan pilihan lain di cineplex seputar film Indonesia yang tidak jauh-jauh dari horror atau komedi cendrung porno.

Selain itu, kita bisa menyaksikan wajah Keanu Reeves yang masih seganteng seperti 10 tahun lalu ketika bermain dalam film Speed (ups, jangan-jangan dia suntik Botox hehehe....). Sekaligus juga karakternya kali ini lebih membumi ketimbang Neo (trilogi Matrix), atau detektif supernatural John Constantine dalam film berjudul sama (Constantine).

Alur cerita film bergenre action ini memang standar. Keanu Reeves berperan sebagai Tom Ludlow, detektif LAPD yang mencari penyebab kematian mantan partnernya Terrance Washington (Terry Crews).

Namun tunggu dulu! Ludlow sendiri bukan jenis penegak hukum yang bersih. Selain sering melanggar prosedur, Ludlow juga tukang mabuk. Dan kinerjanya yang bagus –tapi sekaligus banyak pelanggaran- selalu ditutupi sang bos, Jack Wander (Forest Whitaker).

Persahabatan dan kemitraan dengan Washington yang lurus, terpecah karena kontradiksi keduanya.

Kematian Washington di minimarket yang seolah kasus perampokan, memicu rasa ingin tahu dari Ludlow. Dalam membuka kasus penyebab kematian mantan rekan, Ludlow dibantu oleh detektif muda, Paul Diskant. Langkah ini menyeret dirinya ke mafia narkotika, dan bahkan ke teman-temannya di kepolisian.

Dari awal kita bisa menebak bahwa kapten dan rekan-rekan Ludlow berada di belakang semuanya. Hanya saja, ternyata ada kejutan-kejutan lain di belakangnya.

Film ini memotret polisi kotor, ketika menggunakan ‘aib’ orang sebagai alat pemerasan, atau menyalah gunakan jabatan dan kuasa demi mewujudkan ambisi pribadi. Hmm.. suatu gambaran yang bisa terjadi di negara mana saja dan bagi siapa saja bukan?

Film yang cukup menarik bagi pecandu film action. Bahkan cenderung sadis dan pada beberapa scene terucap kata-kata makian yang kasar. Namun, sayang di bagian terakhir cerita terasa kedodoran. Akan tetapi, secara keseluruhan film yang disutradarai David Ayer ini not bad untuk ditonton.

Btw, si Keanu Reeves dalam film ini tampak kalah ganteng dengan detektif Diskant yang diperankan oleh Chris Evans. Haha.. memang muka baru selalu lebih segar!

Tidak ada komentar: